|
SAMBAS--Dato Sri Petinggi Kyai Mangku Negeri H Morkes Effendi, sekjen Lembaga Adat Melayu Serantau menabuh gong sebagai tanda dibukanya Lomba Sampan Nusantara LAMS 2009 di Kabupaten Sambas, Sabtu (19/12) malam. Seremonial pembukaan di Water Front City, Kota Sambas. Ribuan warga Sambas berdatangan melihat prosesi pembukaan event internasional ini. Kesempatan itu juga tidak dilewatkan para pedagang. Mulai malam pembukaan, sudah banyak penjual makanan dan aneka pernak-pernik lainnya menggelar dagangannya.
 DIBUKA: Sekjen LAMS H Morkes Effendi menabuh gong dibukanya Lomba Sampan Nusantara LAMS 2009.
Lomba sampan dimulai hari ini pukul 08.00 WIB. Sebanyak 44 tim, 660 atlet akan ikut ambil bagian dalam gelaran perlombaan kebudayaan rumpun melayu ini. Tim yang datang dari luar negeri, Malaysia Timur (4 tim), Kualalumpur (1 tim) dan Brunei Darussalam (2 tim). Dalam sambutannya Morkes mengungkapkan latar belakang digelarkannya lomban sampas di Kabupaten Sambas. Antara lain, melihat Kabupaten Sambas mempunyai kultur bahari. Dimana kerajaan Sambas mengutamakan kebaharian. “Karena Sampan sendiri sangat erat kaitannya dengan bahari, sehingga Sambas merupakan tempat yang sangat potensial untuk pelaksanaan LSN LAMS 2009,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Sambas juga dikenal dengan rumpun melayu yang sangat kental. Dimana perlombaan yang diadakan diikuti oleh negara serumpun. Sehingga untuk masalah menang atau kalah bukanlah sebuah tujuan.“Perlombaan ini lebih digunakan sebagai ajang mempererat silaturahmi antar puak melayu yang ada. Sehingga dengan bertemunya marwah ini, dapat saling bertukar pendapat akan permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” ungkapnya.
LAMS merupakan jembatan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di keluarga ini. Sehingga puak melayu tidak akan terpecah. Perpecahan merupakan sumber dari kebinasaan.“Kalau melayu terpecah belah, disitulah binasanya marwah. Kalau hidup tidak bersatu maka disitulah dendam seteru. Jangan sampai orang melayu lupa diri dan lupa pakaian,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga diresmikannya pameran kazanah melayu. Para tamu undangan juga dihidangkan kesenian-kesenaian khas Kabupaten Sambas. LSN LAMS 2009, lanjutnya, juga menjadi ajang dalam menyambut Visit Kalimantan Barat 2010. Sehingga kegiatan semacam ini bisa diagendakan menjadi wisata Kalbar.(fah)
|