Menu Utama

*Tentang Lam Serantau
* Visi dan Misi
* Berita Terbaru
* Opini
* Photo Gallery
* Agenda Kegiatan
* Kerja Sama
* Arsip Berita
* Daftar Buku Terbaru
* Press Release
* Hubungi Kami

LAMS SHOP

* Daftar Buku Terbaru
* Pemesanan
* Cara Pembayaran
* Pembayaran
* Katalog Buku
* Kios Buku LAMS

TOKOH MELAYU

Photobucket
H Morkes Effendi, SPd.MH

Syair Pantun

Zaman sekarang zaman menyalah
bila berkuasa memakan yang lemah
bila berharta bertambah serakah
bila berilmu memecah belah

Zaman sekarang banyak yang gila
ada yang gila memburu harta
ada yang gila memburu kuasa
ada yang gila karena teraniaya

Zaman sekarang banyak yang jatuh
ada yang jatuh karena bodoh
ada yang jatuh karena tidak bersyukur
ada yang jatuh karena di suruh

Zaman sekarang zaman pedagang
karena kuasa ia yang pegang
telunjuknya laku,jangan di bangkang
setiap patah tunduk oleh setiap orang



Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates

Dekrlasi Lembaga Adat Melayu PDF Print E-mail
Written by admin   
Saturday, 09 August 2008 07:49

Jum‘at, 29 Mei 2009 merupakan hari yang sangat  bersejarah bagi masyarakat Melayu dunia. Hari itu, bertempat di Rumah  Adat  Melayu Ketapang, dilangsungkan pendeklarasian dan pelantikan pengurus Lembaga  Adat Melayu Serantau (LAMS). LAMS ditubuhkan sebagai jembatan antara puak-puak  Melayu sedunia. Selama ini, Melayu terkotak-kotak dalam administrasi pemerintahan  dan kepentingan politik yang berbeda-beda, sehingga potensi Melayu yang sangat  besar, baik yang berwujud benda maupun non-benda ,  belum terkelola dengan baik untuk kejayaan Melayu. Akibatnya, masyarakat Melayu  baik secara ekonomi, politik, maupun budaya selalu terpuruk dan  termarjinalkan.

Pendeklarasian LAMS, sebagaimana diungkapkan  Sekretaris Jendral LAMS, H  Morkes Effendi, S.Pd., MH. dalam sambutannya, bukan  sekedar tempat berkumpulnya puak-puak Melayu sedunia, tetapi menjadi pendorong  munculnya kesadaran untuk bersama-sama membangun dan mengembalikan kejayaan  tamadun Melayu.

Sejarah pembentukan LAMS berawal dari “Dialog  Borneo” di Miri Serawak Malaysia, tahun 1986. Dialog tersebut melahirkan ide pembentukan  Lembaga Adat Melayu (LAM). Selanjutnya, ide pembentukan Lembaga Adat Melayu  kembali mengemuka dalam Simposium Dunia Melayu di Syah Alam Malaysia, 23-26  September 1996, yang dihadiri oleh para sejarawan, sastrawan, dan tokoh-tokoh  dunia Melayu, seperti Prof. Dr. Iskandar Alisjahbana (Rektor ITB), H. Mawardi  Rivai (Budayawan Kalimantan Barat), Prof. Dr. H. T. A. Ridwan (Budayawan  Medan), H. Tengku Lukman Sinar Basarsyah II, SH. (Sejarawan Medan), Dr. Yusmar  Yusuf (Ketua Pengembangan Bahasa dan Kebudayaan Riau), Drs. H. Ahmad Samin  Siregar (Dekan Universitas Sumatra Utara), Louis Rajaonera (Penasehat PM  Madagaskar), Dr. Cristian Ranaivoson (Dokter University Madagaskar), Al Haj Lt.  Ak. Doray (Setia Usaha Sri Langka United Malay), Dr. Po Dharma (Ahli Sejarah  Cham), Dr. Mohamed-Sheriff Jaldeen (Maboli Malay Association), Mboara  Andrianarimanana (Majalah Feony Melina Madagaskar), TE. Sagara Amit (Sri Langka  Malay Association), Dr. Hasan Madmara (Universiti Prinee Songkhla Pattani), Den  Tohmeena (Penasehat Kementerian Pengangkutan Pattani), Tasneen Kalam (Setia  Usaha Kehormatan Kebudayaan Melayu Afrika Selatan), Abraham Rohim (Jurutera  Antarbangsa di California USA), M. Saheed Preena (Pemimpin Masyarakat Melayu  Canada), H. Akli Laurie C.D (Presiden Islam Katanning Australia), H. Muhammad  Nor Hassan <span style="">&nbsp;</span>(Presiden Persatuan Melayu  Perth Australia), Dr. Ba Trung Phu (Ketua Museum Sejarah Ho Chi Minh Vietnam),  Othman Hassan (Pengarah Melayu Kampucea), dan Prof. Dr. Dato Tan Sri Ismail  Hussein (Sekretariat Antar Bangsa Malaysia).

Photobucket


Ide pembentukan LAM yang dihasilkan dari pertemuan  di Syah Alam Malaysia tersebut, semakin mengkristal dalam pertemuan Masyarakat  Melayu Serantau di Batam, 10 Desember 2000. Pertemuan ini menghasilkan beberapa  rekomendasi, salah satunya adalah agar segera membentuk LAMS. Hadir dalam  pertemuan di Batam di antaranya Dato Omar Bledram (Wakil Parlemen Labuan), Dr.  H. Hisyam D. Hamid (Brunei Darussalam), Raja Hamzah Yunus (Pulau Penyengat,  Kepri), Tengku Husein (Pulau Lingga), H. Mawardi Rivai (Kalimantan Barat),  Prof. Dr. Nagasura Madale (Kepulaun Sulu Philippine), Masuri SN (Singapura),  Prof. Soewardi (Pekanbaru), Erdin Odang (Sukadana-Ketapang), Prof. Dr. Maswardi  Amin (Tambelan), dan Elyas Abdullah (Kuching Serawak).

Setelah sempat vakum beberapa tahun, atas  prakarsa Prof. Dr. Chairil Effendi, Drs. H. Iswan, Abdi Nurkamil, dan A. Malik  AY., serta dikoordinasikan dengan Prof. Dr. Dato‘ Tan Sri Ismail Hussein, YAB  Datuk Suhaili Abdurrahman, Prof. Dr. Datuk Abdullatief Abu Bakar, dan Ir.  Prabasa Anantatur, pada tanggal 30 Desember 2009 memilih Kiyai Mangku Negeri H.  Morkes Effendi, S.Pd, M.H, sebagai Sekretaris Jenderal LAMS.

Setelah alat  kelengkapan organisasi selesai disusun, tanggal 29 Mei 2009, LAMS dideklarasikan  dan pengurusnya dilantik. Duduk sebagai Dewan Petinggi Penasehat LAMS  adalah: Prof. Dr. Dato‘ Tan Sri Ismail Hussein (Kuala Lumpur), Prof. Dr.  Chairil Effendi (Kalimantan Barat), Datok Sri Muhammad Ali Rustam (Melaka),  Drs. Ismeth Abdullah (Kepulauan Riau), Ir. H. Eko Maulana Ali, M.Sc (Bangka  Belitung), YAB Datuk Suhaili Abdurrahman  (Labuan), H. Edy R Yacob, M.Si (Singkawang), H. Bando Amin C. Kadir, MM.  (Lampung), Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid (Sambas), H. Ria Noorsan, MM., MH.,  (Mempawah), Ir. Prabasa Anantatur (Kalimantan Barat), Hildi Hamid, BE (Kayong  Utara), H. Sutarmidji, SH. M.Hum. (Pontianak), Ir. H. Setiman H. Sudin  (Sanggau), H. Abang Imien Taha (Kalimantan Barat), H. Darwin Muhammad  (Kalimantan Barat), H. Sukiman, S.Pd (Malawi), Tuanku Lukman Sinar Basyarsyah  II, SH. (Sumatra Utara), H. Mohd. Raman Daud (Singapore), dan Mahyudin Al  Mudra, SH. MM. (Yogyakarta).

Menurut Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan  Budaya Melayu yang sekaligus Pimpinan Umum MelayuOnline.com, Mahyudin  Al Mudra, SH. MM., pembentukan LAMS sangat strategis. Keberadaannya, secara  ideal, dapat menjadi jembatan masyarakat Melayu yang telah terkotak-kotakkan  baik secara administrasi pemerintahan, batas-batas geografis, budaya, politik,  maupun agama.

Oleh karena itu, menurutnya, pendeklarasian sebenarnya tidak  terlalu penting, yang terpenting adalah tindak lanjut dari deklarasi ini. ”Saya  berharap, LAMS tidak seperti lembaga-lembaga Melayu lainnya yang begitu semarak  saat pendeklarasian, tetapi kemudian hilang seperti ditelan bumi. Yang  terpenting adalah tindak lanjut dari deklarasi ini,” ungkap Mahyudin yang pada  acara deklarasi ditetapkan sebagai ”Tokoh Pemersatu Melayu Serantau” bersama Prof . Dr. Dato‘  Tan Sri Ismail Hussein.

 

Last Updated on Sunday, 13 December 2009 03:22
 

Resensi Buku

Website Afiliasi

LAMS Shout Box